Tujuanutama bentuk desa yang linear atau memanjang adalah mendekati prasarana transportasi (jalan atau alur sungai) sehingga memudahkan mobilitas manusia, barang, dan jasa. 2. Bentuk desa yang memanjang mengikuti garis pantai. Bentuk desa ini terjadi karena aktivitas manusia yang mencari ikan dan hasil laut lainnya. 3.
Jikaada desa di pegunungan yang memiliki pola mengelompok maka kesimpulan yang paling dari fenomena itu adalah . a. Wilayahnya rawan kriminalitas b. Kekerabatan masyarakatnya tinggi c. Jauh dari peradaban kota d. Sumber air jauh di bawah tanah e. Memiliki cuaca ekstrim 6. Manakah dari aspek berikut ini yang bukan termasuk potensi fisik desa? a.
Berikutini ciri-ciri yang melekat pada kehidupan masyarakat desa, kecuali . Desa DRAFT. 11th grade. 54 times. Geography. 56% average accuracy. a month ago. ausaraulia_66015. 0. Pola desa memanjang (linier) biasanya mengikuti objek berikut, kecuali. answer choices . Rel kereta . Jalan Pola desa tersebar tidak teratur di jumpai di
Polakeruangan desa dan kota Desa. Definisi desa menurut Bintarto (1977) adalah suatu perwujudan geografi yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomis, politik, dan budaya di suatu wilayah dalam hubungan dengan pengaruh timbal balik dengan daerah-daerah lain. Pola memanjang (linier) Pola ini biasanya mengikuti arah jalan
4 Desa yang masih sangat tradisional dan kehidupan masyarakatnya sangat bergantung dengan alam dinamakan desa . a. Swakarya b. Swasembada c. Waisya d. Swadaya e. Linier 5. Pola desa memanjang (linier) biasanya mengikuti objek berikut, kecuali . a. Rel kereta b. Jalan c. Sungai d. Pantai e. Hutan 6.
7SR0E. Tempat tinggal manusia umumnya terbagi menjadi dua macam pemukiman, yakni desa dan kota. Kali ini, yuk kita belajar tentang pola keruangan desa! Ada apa saja, ya? Simak di artikel Geografi kelas 12 berikut! — Halo teman-teman, tentunya kalian pernah mendengar istilah desa, atau bahkan tinggal di sebuah desa, bukan? Desa biasanya identik dengan rumah-rumah yang sederhana, pola sosial masyarakatnya yang kekerabatan, dan sumber penghidupannya sebagai petani atau nelayan. Namun tidak hanya itu saja lho, masih banyak hal-hal lain yang mencirikan pola keruangan desa. Lebih lengkapnya, kita pelajari artikel ini bersama, ya! Pengertian Desa Berdasarkan asal katanya, desa berasal dari bahasa sanskerta yaitu deshi bukan Keshi, apalagi Teshi P yang artinya tanah kelahiran atau tanah tumpah darah. Menurut UU No. 6 Tahun 2014 tentang desa, definisi desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain definisi desa berdasarkan undang-undang, ada pula definisi desa berdasarkan pemikiran tokoh yakni Sutardjo Kertohadikusumo, yang menjelaskan bahwa desa adalah suatu kesatuan hukum dan di dalamnya bertempat tinggal sekelompok masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri. Baca Juga Macam-Macam Perencanaan Tata Ruang dan Tujuannya Ciri-Ciri Desa Selanjutnya kita bahas tentang ciri-ciri desa. Ketika akan menentukan sebuah pemukiman dikatakan desa atau bukan, kita bisa nih menilai dari ciri-cirinya. Ciri-ciri dari desa digolongkan menjadi dua 2 bagian, yaitu ciri fisik dan ciri sosial. 1. Ciri Fisik Desa a. Tata guna dan pemanfaatan lahan Pada pedesaan, tata guna dan pemanfaatan lahannya, lebih menitikberatkan pada sektor pertanian. Hal ini, terbukti dengan luasnya hamparan sawah, maupun kebun yang ada di desa. b. Aktivitas yang tergantung pada alam Masih berkaitan dengan kegiatan desa yang lekat dengan pertanian, kehidupan di desa masih tergantung pula dengan alam. Jadi, tiap-tiap desa akan berbeda budaya pertaniannya. Misalnya pada pertanian sawah, yang bergantung pada musim, atau pertanian lahan basah, yang tergantung pada jenis tanah. c. Kebiasaan beraktivitas Fenomena alam seperti yang dijelaskan sebelumnya, kemudian mempengaruhi gaya hidup tiap-tiap desa. Contoh sederhananya yaitu, ketika matahari mulai terbenam, penduduknya pasti akan menghentikan aktivitas mereka, dan beristirahat untuk melanjutkan kegiatannya di esok hari ketika matahari sudah terbit kembali. d. Jumlah penduduk Pada desa, jumlah penduduk bisa dikatakan relatif sedikit, atau tidak sebanyak di wilayah perkotaan. Penduduk yang sedikit ini, menempati suatu wilayah yang sangat luas, sehingga bisa dikatakan rasio kepadatan penduduknya cukup rendah. Maka dari itu, banyak nih anggapan kalau ingin mencari kehidupan yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk keramaian, pindah ke desa adalah pilihan yang tepat. e. Pola pemukiman Dari segi pola pembangunan pemukiman, wilayah desa cenderung mengikuti morfologi yang terdapat di desa tersebut. Misalkan desa yang ada di pesisir pantai, maka pola pemukimannya akan memanjang mengikuti garis pantai. Baca Juga Apa Saja Faktor dan Zona Interaksi Desa-Kota, Ya? 2. Ciri Sosial Desa a. Penduduknya bersifat homogen Ciri berikutnya dari desa, yakni penduduknya yang cenderung homogen. Di desa, baik itu dari segi pekerjaan, agama, hingga budaya, rata-rata tergolong sama. Hal ini dikarenakan penduduk desa bisa terbilang turun-temurun tinggal di suatu wilayah yang sama, sehingga tidak ada proses masuknya budaya dari luar. Oleh sebab itu, aspek sosial para penduduk di desa cenderung homogen. b. Sistem gotong royong Di desa sendiri, terkenal dengan sebuah istilah gotong royong atau saling membantu sesama. Kamu tentu paham dengan budaya dari warga desa yang memiliki kekerabatan yang erat, sehingga cenderung saling membantu dan bekerjasama. Misalnya bisa kita lihat pada sebuah kegiatan hajatan, sudah pasti semua orang di desa akan turut membantu untuk mensukseskan hal tersebut. c. Hukum informal Nah di desa, juga ada suatu aturan atau batasan dalam berkehidupan. Namun sifatnya lebih informal atau tidak resmi. Pada umumnya hukum di desa lebih bersifat konvensi atau adat istiadat, yang dipegang sejak lama dan dijaga oleh para tetua di desa dan seluruh penduduknya. d. Pola pikir masyarakat desa Selanjutnya, pola pikir masyarakat desa cenderung tradisional, dan mengacu pada kepercayaan yang turun temurun selalu diajarkan sejak dari nenek moyangnya. Kamu bisa menyadarinya dengan kurangnya desa yang cenderung mengikuti perkembangan dunia modern. e. Kontrol sosial Pengamanan atau kontrol sosial di desa, umumnya dilakukan secara informal, berlandaskan kekeluargaan, dan mengacu pada nilai serta norma yang berlaku. Baca Juga Memahami Pembangunan dan Pengembangan Wilayah Pola Keruangan Desa Pola keruangan desa adalah pengaturan dan pemanfaatan ruang lahan untuk keperluan tertentu, sehingga tidak terjadi pemanfaatan yang tumpang tindih. Pola pemukiman antara satu desa dengan yang lainnya memiliki perbedaan tergantung karakteristik yang dimiliki. Oleh sebab itu, pola keruangan desa memiliki beberapa jenis. Jika ingin mengklasifikasikan jenis-jenis pola keruangan desa, cukup dengan mengamati bagaimana pola pemukiman atau tempat tinggal penduduknya. Setiap desa dibedakan pola keruangannya berdasarkan bentangan alam atau kebutuhan dari masyarakat tersebut untuk penghidupannya. Simpelnya, dengan membayangkan bahwa rumah-rumah di desa pegunungan, tentunya berbeda bukan, dengan desa yang ada di pesisir pantai. Ada empat 4 jenis pola keruangan yang berbeda dari desa-desa di Indonesia. Berikut penjelasannya, ya! 1. Pola Memusat Pertama, yakni pola memusat. Pola ini termasuk yang paling umum ditemui di desa-desa Indonesia. Ciri khas dari pemukiman pola memusat adalah pembangunan rumah penduduknya cenderung berdekatan pada suatu titik lokasi tertentu. Pola memusat banyak terdapat di wilayah dataran rendah. Pola semacam ini kemungkinan terbentuk karena dihuni secara turun-temurun oleh beberapa generasi. Ciri khas dari penduduk dengan desa pola memusat adalah tingkat kekerabatannya yang tinggi. 2. Pola Mengelilingi Pola mengelilingi fasilitas pada prinsipnya mirip dengan pola memanjang, namun perbedaannya ada pada pembangunan dari desanya tidak memanjang, namun mengelilingi suatu fasilitas tertentu yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pola ini umumnya ditemukan di dataran rendah, dimana fasilitas umum yang ada dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Misalnya mengelilingi waduk atau mata air. Fasilitas yang dikelilingi tersebut sudah pasti berada ditengah-tengah pemukiman, dan digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan, baik kebutuhan industri maupun sehari-hari. Baca Juga Apa Saja Permasalahan Tata Kota dan Perencanaan Ruang? 3. Pola Memanjang Selanjutnya, pola memanjang. Pola pemukiman ini, dapat dikenali dengan pola pembangunannya yang memanjang pada suatu garis. Nah, garis tersebut bukan garis biasa, melainkan menjadi sumber penghidupan, atau kemudahan mobilitas penduduk yang tinggal di daerah tersebut. Nah, Pola ini sering ditemui pada desa yang berada di pesisir laut, karena umumnya penduduk bekerja sebagai nelayan. Selain itu, pola memanjang juga bisa kamu temui pada desa yang dekat dengan jalan raya. Rumah-rumah yang berdiri di atasnya, cenderung mengikuti dari garis yang memanjang. 4. Pola Menyebar Pada pemukiman ini, umumnya ada pada daerah dataran tinggi, karna rata-rata penduduknya, akan mencari dataran yang rendah, morfologinya rata dan mudah untuk didirikan bangunan, sebagai tempat tinggal para penduduknya. Selain dari faktor morfologi tadi, kecenderungan pembangunan yang menyebar pada desa dengan pola menyebar, antara lain karena alasan kesuburan tanah, sumber air, dan topografi dari lingkungannya. Baca Juga Mempelajari Pola Keruangan Kota, Ciri-Ciri, dan Strukturnya Selesai sudah materi kita kali ini mengenai pola keruangan desa. Semoga kamu paham mengenai pengertian, ciri-ciri, serta macam-macam pola keruangan desa, ya. Terima kasih sudah belajar hari ini! Istirahat dulu, kalau kamu penasaran dengan materi seru lainnya dari Ruangguru, bisa banget nih kamu coba langganan belajar di Brain Academy Online! Ada fitur live teaching dengan STAR Master Teacher berpengalaman dan teman-teman seluruh Indonesia, bikin suasana belajar mu jadi menyenangkan! Yuk daftar Brain Academy Online yuk! Referensi Endarto, Danang, Dkk, 2009. Geografi 3 Untuk SMA/MA Kelas XII, Jakarta, Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Selamat pagi teman-teman kali ini saya akan coba berikan contoh soal ulangan harian geografi bab interaksi desa kota. Sebelumnya saya akan berikan ikhtisar materinya dulu. Interaksi desa dan kota merupakan sebuah fenomena yang umum terjadi di semua negara. Desa merupakan wilayah yang secara fisik masih didominasi kenampakan agraris dengan kehidupan yang tradisional. Kota adalah wilayah hasil perwujudan aktivitas manusia yang banyak didominasi gedung-gedung dengan corak kehidupan yang materialistis dan heterogen. Urbanisasi adalah salah satu faktor utama terjadinya ledakan penduduk di perkotaan. Urbanisasi dipengaruhi faktor pendorong dan penarik. Faktor pendorong berasal dari desa sementara faktor penarik berasal dari kota. Dampak urbanisasi bisa positif dan negatif baik bagi desa maupun kota itu sendiri. Laju urbanisasi di Indonesia saat ini sangat tinggi dan masuk kategori mengkhawatirkan karena kapasitas kota besar semakin padat. Desa pada dasarnya adalah daerah penyokong kota atau hinterland. Pola ruang desa bisa memusat, menyebar dan memanjang mengikuti kondisi fisiografis wilayah. Sementara pola ruang kota biasanya teratur. Ada beberapa macam teori pola ruang kota seperti teori konsentris, sektoral dan inti ULANGAN HARIAN BAB INTERAKSI DESA KOTA1. Berikut ini ciri-ciri yang melekat pada kehidupan masyarakat desa, kecuali ....a. Bersifat agrarisb. Hubungan kekerabatan sangat eratc. Mata pencaharian relatif homogend. Kelompok masyarakat terbentuk atas faktor kesamaan geografise. Bersifat materialistis2. Dibawah ini yang termasuk potensi fisik desa adalah ....a. Kepala desab. Lembaga Keamanan Desac. Gotong Royongd. Adat Istiadate. Hewan ternak3. Fungsi dari desa adalah sebagai daerah penyokong di sekitarnya atau sering disebut juga dengan istilah ....a. Hinterlandb. Boulevardc. Linked ind. Urbanisasie. Landuse4. Desa yang masih sangat tradisional dan kehidupan masyarakatnya sangat bergantung dengan alam dinamakan desa ....a. Swakaryab. Swasembadac. Waisyad. Swadayae. Linier 5. Pola desa memanjang linier biasanya mengikuti objek berikut, kecuali ....a. Rel keretab. Jalanc. Sungaid. Pantaie. Hutan6. Berikut ini adalah ciri-ciri fisik yang melekat pada daerah kota, kecuali ....a. Memiliki banyak daerah perkantoranb. Jaringan jalan yang banyakc. Banyak trotoard. Terdapat sarana pusat perbelanjaan modern dan tradisionale. Gaya hidup materialistis7. Salah satu kota di Indonesia yang berkembang dari daerah perkebunan adalah ....a. Jakartab. Yogyakartac. Surabayad. Banjarmasine. Bandung8. Desa yang merupakan transisi antara desa tradisional dan maju disebut desa ....a. Swadayab. Swakarsac. Swasembadad. Inprese. Hinterland9. Manakah diantara faktor berikut yang merupakan faktor pendorong urbanisasi?a. Lapangan kerja luasb. Adat istiadat tidak ketatc. Banyak sarana hiburand. Upah kerja yang kecile. Gaya hidup yang bebas 10. Teori inti ganda dikemukakan oleh .... a. Christaller b. Haris Ullman c. Hoyt d. Burgess e. BintartoESSAY1. Jelaskan 3 perkembangan desa beserta cirinya!2. Sebutkan dampak positif dan negatif urbanisasi bagi desa!3. Mengapa petani di desa Indonesia masih banyak yang miskin!4. Jelaskan ciri fisik dan sosial dari kota!5. Lengkapi zona ruang kota menurut teori di bawah ini! Baca juga Rangkuman bab interaksi desa kota
Pola permukiman merupakan kancah manusia bermukim dan melakukan aktivitas sehari-hari. Gambar penyebaran penduduk dapat dilihat berdasarkan kondisi alam dan aktivitas penduduk.[1] Pola ki bertambah linier – disebut lagi permukiman linier terlatih mengikuti jalan, rel kereta jago merah, pantai dan sungai.[2] Pola tersebar radial – disebut lagi permukiman tersebar terdapat di ceduk panjang dan/maupun gunung-gemunung nan berelief.[2] Pola terhimpun – disebut juga permukiman terpusat membentuk unit-unit kerdil nan memiliki taktik kegiatan,[1] misalnya alun-alun, tempat ibadah, atau pasar yang terletak di paruh-tengah permukiman.[2] Pahatan. Bentuk permukaan mayapada terdiri dari relief-ukiran seperti pergunungan, ceduk rendah, rantau, dan perbukitan.[1] Kesuburan tanah. Pola permukiman dipengaruhi sekali lagi maka dari itu kesuburan tanah. Kesuburan kapling berbeda-beda di setiap medan. Masyarakat berorientasi tinggal di distrik yang n kepunyaan kesuburan tanah, sama dengan di wilayah perdusunan.[1] Keadaan iklim. Hal iklim juga memengaruhi pola permukiman penduduk. Misalnya intensitas radiasi matahari dan master di masing-masing daerah. Di area rangkaian gunung nan bersuhu campah, permukiman penduduk mendatangi merapat, sementara itu di daerah pantai yang bersuhu seronok, permukiman menumpu menjauh.[1] Kultur pemukim. Budaya penghuni memengaruhi abstrak permukiman penduduk. Suku Badui di Banten, Suku Dayak di Kalimantan cenderung memiliki permukiman berkelompok.[1] ^ a b c d e f “Komplet Pemukiman Penduduk”. Diakses tanggal 21 Mei 2014. ^ a b c “Lengkap pemukiman sirkulasi desa”. Diarsipkan terbit varian safi tanggal 2014-05-02. Diakses tanggal 24 Mei 2014. Berikut ini akan kita periksa mengenai pola pemukiman desa, pola sirkuit desa, pola keruangan desa, pola pemukiman penduduk, cermin persebaran penghuni, pola desa memanjang, pola pemukiman mengarah, pola pemukiman ki bertambah, desa pesisir, desa ceduk abnormal, desa rangkaian gunung, desa pedalaman, arketipe pemukiman dataran rendah, abstrak pemukiman di provinsi pantai. Secara garis besar, pola rotasi dan pemukiman desa dapat dibedakan menjadi eksemplar linear, sempurna menggaru, dan paradigma konsentris menjurus. Teladan desa semacam ini dapat dijumpai di daerah distribusi sungai maupun pun di wilayah yang dilalui maka itu jalan raya. Cermin keruangan desa linear Rumah-apartemen penghuni berderet, memanjang linear mengajuk jalur sungai maupun jalan besar. Model tata guna lahan seperti mana ini dimaksudkan melajukan bikin bepergian ke tempat lain bila cak semau keperluan, juga untuk memudahkan pergerakan barang dan jasa. Pola desa menyusur boleh dijumpai di area-daerah pantai. Persebaran alias perluasan desa biasanya memanjang mengikuti sebelah garis pantai. Ideal keruangan desa menyusur Abstrak desa berorientasi terletak di distrik pegunungan, juga di dataran tekor. Model macam ini terasuh mungkin karena penduduknya berasal dari suatu zuriat yang selevel, ataupun juga karena terdapatnya fasilitas-akomodasi publik nan dibutuhkan penduduk setempat, seperti mata air, danau, ataupun fasilitasfasilitas lainnya. Kamil keruangan desa berorientasi Galibnya ideal lokasi desa merupakan berbentuk konsentris, dengan kantor pejabat desa perumpamaan pusatnya. Di sekitarnya adalah gelanggang suntuk penduduk, yang lama kelamaan -seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk- terbentuklah dusun-dusun baru di sekitar dusun induk sehingga tak terbatas desa yang terdiri dari catur atau lima dusun, bahkan lebih. Di Jawa dulu kontrol desa-desanya memiliki sempurna yang rapat persaudaraan sama. Yaitu adanya pusat pemerintahan desa nan berada di tengah desa, kemudian lumbung desa, pemakaman desa, tempat pemandian awam, pasar, sekolah, musala, dan gardu-pos penjagaan. Ada kembali lapangan khusus untuk penggembalaan ternak. Di bagian luarnya terhampar lahan persawahan atau persawahan serta hutan. Desa yang sudah maju memiliki tata ruang desa yang rapi dan asri, dengan deretan rumah dan pepohonan di kanan-kiri perkembangan. Umumnya setiap rumah mempunyai pekarangan yang layak luas. Sehingga jarak antara satu rumah dengan nan lainnya seringkali sangat jarang. Di luar Jawa, terwalak desa-desa atau pemukiman penduduk di atas air sungai. Apartemen-rumah dibangun di atas rakit. Hal ini karena di sana banyak sungai raksasa. Di Kalimantan, misalnya, cak semau Sungai Barito, Sungai Kapuas, dan Sungai Mahakam. Di Sumatra ada Bengawan Musi, Kali besar Batanghari, dan Sungai Indragiri. Di perairan Riau, penghuni bersemayam di atas perahu tungkai laut. Pemukiman di atas air seperti itu tentu saja pengelolaan urat kayu desanya relatif mungil dan sukar diatur. Sementara itu beralaskan lingkup bentang alamnya, wilayah desa di Indonesia dapat dikelompokkan ke dalam bilang kategori, yaitu bak berikut. Desa yang terdapat di negeri pesisir, tentulah enggak selalu setimbang, baik dalam arketipe pengaturan lahannya maupun internal corak kehidupan penduduknya. Semua itu gelimbir kepada kondisi wilayahnya. Contoh pengaturan lahan atau juga rona sukma penduduk di pesisir yang landai tentunya relatif akan lain dengan yang di rantau perbukitan. Desa-desa yang berada di dataran rendah lagi heterogen sesuai dengan sejarah dan perkembangannya masing-masing. Desa-desa di wilayah ini relatif lebih leluasa dalam mengatur pola petak atau teritorialnya dibandingkan dengan desa-desa di pantai atau di pegunungan. Di daerah pegunungan, desa-desanya sangat bergantung puas keadaan alamnya. Rumah-rumah penduduk desa pegunungan sering terbantah berleret-leret secara hierarkis, yakni di celah-celah perbukitan, di lembah-lembah gunung-gunung, atau di kanan-kidal batang air. Desa pedalaman adalah desa nan berada jauh semenjak daerah tingkat dan terisolir. Desa-desa demikian ini masih banyak dijumpai di pulau Papua dan Kalimantan. Desa di perkotaan atau di sekitar kota merupakan desa yang mutakadim termasuk wilayah perkotaan, dan bila telah menepati syarat-syarat tertentu dapat pula disebut kota. zat yang terdiri dari dua maupun lebih unsur penyusun yang masih dapat dipecah disebut Jelaskanlah tentang paskah sepanjang-panjangnya! Bagaimana hubungan antara kegiatan pelayaran antara India dengan Cina dengan masuknya budaya hindu-budha di Indonesia jelaskan alasan para pedagang di seluruh dunia datang ke kepulauan Indonesia Radai hiu mempunyai dampak ekonomi nan tinggi cak bagi penjala karena dapat dijual dengan harga yang patut tingkatan, cuma perburuan hiu dapat menurunkan … populasinya yang berbuah kepada kepunahan. Bagaimana tanggapan kalian mengenai hal tersebut dalam konsep pembangunan yang berkelanjutan? pak andi memiliki kapling pertanian nan sudah lama di menanam sayur mayur begitu juga lobak selada dan sawi hijau namun,seiring berjalannya wa … ktu ternyata di pasar lobak enggak banyak di minati oleh pak andi mengganti lobak dengan bayam. tindakan nan dilakukan oleh pak andi adalah berikut adalah jenis tari nan n kepunyaan model garis lantai lekuk. kecuali a. tari Kecak b. tari Bedayac. tari badongd. tari randai Kerajaan di Kamboja segala apa nan diruntuhkan kerajaan Sriwijaya momen menuntaskan Kamboja? sebutkan etiket gunung nan menjadi kenampakan bendera di negara Filipina! Apakah kerajaan khmer diruntuhkan imperium sriwijaya?
Bentar lagi udah akhir tahun nih, gimana rekan-rekan guru apakah sudah menyiapkan soal untuk penilaian akhir tahun alias ujian akhir semester?. Pastinya sekarang mulai sibuk cari-cari soal bukan?. Kali ini saya akan coba berikan contoh soal PAT Geografi Kelas 12 Semester 5. Materi yang diujikan antara lain Pewilayahan, Interaksi Desa-Kota, Pemanfaatan PJ dan SIG. Kalau mau tambah negara maju dan berkembang silahkan nanti diedit-edit saja. Jangan lupa share ke teman-teman lainnya. Selamat membuat soal. Soal PAT Geografi Kelas 12 A. Pilihan Ganda 1. Wilayah adalah suatu satuan area di permukaan bumi yang dapat dibedakan dengan area lain melalui sifat-sifat yang terlihat padanya. Definisi wilayah ini dikemukakan oleh ….a. Walter Isardb. Walter Christallerc. Taylord. Myrdale. Hirshman 2. Wilayah yang menggambarkan susunan daerah secara hierarki seperti struktur kota dinamakan ….a. Wilayah fungsionalb. Wilayah formalc. Natural regiond. Wilayah hinterlande. Wilayah spesifik 3. Berapakah jumlah wilayah propinsi di Indonesia saat ini?a. 33b. 32c. 31d. 30e. 34 4. Perhatikan wilayah berikut ini!- Kota Bandung- Purwakarta- Karawang- Indramayu- CilegonYang bukan termasuk wilayah DAS Sungai Citarum adalah ….a. Indramayub. Cilegonc. Purwakartad. Kota Bandunge. Karawang 5. Perhatikan gambar desa di bawah ini! Desa pegunungan Jika ada desa di pegunungan yang memiliki pola mengelompok maka kesimpulan yang paling dari fenomena itu adalah ….a. Wilayahnya rawan kriminalitasb. Kekerabatan masyarakatnya tinggic. Jauh dari peradaban kotad. Sumber air jauh di bawah tanahe. Memiliki cuaca ekstrim 6. Manakah dari aspek berikut ini yang bukan termasuk potensi fisik desa?a. Hewan ternakb. Sumber mata airc. Upacara adatd. Curah hujane. Lahan pertanian 7. Kota yang menjalankan bermacam fungsi baik untuk kota itu sendiri maupun untuk daerah belakangnya sehingga bersifat saling menguntungkan disebut dengan ….a. Kota parasitb. Kota hinterlandc. Kota mandirid. Enclavee. Kota generatif 8. Pembangunan sarana transportasi di Papua agak lambat dikarenakan kenampakan fisiknya berupa pegunungan dan lembah yang menyulitkan pengerjaan proyek. Faktor tersebut berkaitan dengan kondisi ….a. Topografib. Sumber daya alamc. Pendapatand. Cuaca iklime. Hidrologi 9. Diantara jenis transportasi berikut yang bukan masuk jenis transportasi massa adalah ….a. Ojek onlineb. Busswayc. Kereta Apid. Monoraile. MRT 10. Model analisa SIG yang digunakan untuk mengidentifikasi daerah disekitar fitur geografis dinamakan ….a. Overlayb. Skoringc. Digitasid. Integrasie. Buffering 11. Daftar nama kota besar di Indonesiaa Bandungb Semarangc Banjarmasind Bontange DenpasarKota yang berlokasi di pulau Kalimantan adalah ….a. a dan cb. c dan ec. c dan dd. b dan ce. a dan e 12. Indonesia terdiri dari beberapa wilayah pusat pembangunan. Wilayah pembangunan C memiliki pusat di kota ….a. Medanb. Jakartac. Samarindad. Semarange. Surabaya 13. Ciri-ciri desaa Administrasi desa masih kurang baikb Akses jalan berasapal mulai dibangunc Sarana pendidikan dan kesehatan mulai membaikd Mulai menerima dan terbuka dengan informasi dari luare Adat istiadat sudah luntur oleh modernisasiDesa swakarya dicirikan dengan nomor ….a. b, c dan db. a, b dan cc. b, c dan ed. c, d dan ee. a, b dan e 14. Perhatikan pola ruang kota seusai gambar di bawah ini! Pola kota konsentris Angka 2 menunjukkan daerah ….a. Pusat Kegiatanb. Zona Transisic. Pemukiman Kelas Atasd. Pemukiman Kelas Menengahe. Zona Komuter 15. Dampak yang ditimbulkan dari suatu pusat pertumbuhan yang merubah corak kehidupan masyarakat desa menjadi dualistik yaitu memiliki campuran sifat kota dan desa terbelakang dinamakan ….a. Backwash effectb. Polarization effectc. Trickle down effectd. Spread effecte. Nodal effect 16. Dalam teori Walter Christaller menjelaskan 3 jenis hirarki tempat sentral. Hirarki K 4 sering disebut juga sebagai ….a. Pasar optimumb. Lalu lintas optimumc. Pemerintahan optimumd. Pendidikan optimume. Hinterland optimum 17. Dalam perancangan sebuah proyek, data berikut ini dapat dilihat dalam bentuk vektor, kecuali ….a. Saluran irigasib. Jalan tolc. Rel kereta apid. Trotoare. Pemakaman umum 18. Manakah yang termasuk dampak interaksi desa dan kota bagi desa di bidang pertanian?a. Menurunkan angka buta hurufb. Menaikan angka pendapatan masyarakatc. Melunturkan budaya lokald. Pemakaian bibit unggule. Menambah lapangan kerja 19. Ciri-ciri pada citra- Bentuk lurus- Rona cerah- Situs dataran rendah- Lebar seragamDari ciri spasial di atas maka fenomena yang mungkin adalah ….a. Jalan tolb. Irigasic. Pedestriand. Sungaie. Rel kereta api 20. Francoise Perroux yang berpendapat bahwa pembangunan dan pertumbuhan tidak terjadi di semua wilayah, akan tetapi terbatas hanya pada beberapa tempat tertentu dengan variabel yang berbeda-beda intensitasnya. Indikator utama dari sebuah kutub pertumbuhan adalah ….a. Tingkat pendapatan daerahb. Adanya industri pendorong yang relatif besarc. Adanya sarana transportasid. Kebijakan politike. Ekspor impor 21. Pola desa memanjang linier biasanya mengikuti objek berikut, kecuali ....a. Rel keretab. Jalan c. Sungaid. Pantaie. Rawa 22. Manakah kota di bawah ini yang berlokasi di wilayah selatan pulau Jawa? a. Cilacap, Yogyakarta, Pacitanb. Yogyakarta, Bandung, Cirebonc. Surabaya, Semarang, Tegald. Gresik, Sukabumi, Indramayue. Cirebon, Jakarta, Demak 23. Kota yang dicirikan dengankenampakan struktur kota yang sudah berkembang cukup besar dengan adanya batas-batas pusat pertumbuhan dan pengaruh kota sudah menyebar ke daerah sekitarnya dinamakan ….a. Metropolisb. Polisc. Megalopolisd. Tiranopolise. Eopolis 24. Model analisa berbagai lapisan sehingga menghasilkan gambaran yang lengkap dalam SIG dinamakan ….a. Bufferingb. Skoringc. Konturingd. Overlaye. Editing 25. Propinsi Kalimantan Selatan memiiliki sumber daya batu bara melimpah tapi stok sayuran sedikit Sementara itu Propinsi Jawa Timur memiliki banyak stok sayuran namun minim stok energi. Untuk itu kedua wilayah tersebut melakukan interaksi perdagangan. Faktor interaksi wilayah sesuai dengan fenomena tersebut adalah ….a. Regional complementaryb. Opportunity interventionc. Backwash effectd. Trickle down effecte. Hinterland area 26. Karakteristik citra analog adalah .... a. nilai spektral dapat diturunkan langsung b. data tersusun atas piksel c. mudah dipindahkan d. pengiriman data dapat melalui jaringan digital e. pengubah isi data harus dilakukan secara keseluruhan 27. Aplikasi PJ dan SIG untuk kajian kesehatan dilakukan dengan .... a. mengkaji parameter lingkungan fisik b. menghitung luas tutupan vegetasi c. menilai keadaan atmosfer d. memprakirakan kedalaman air tanah e. mengidentifikasi area lahan terbangun 28. Karakteristik citra inframerah terhadap air adalah .... a. terpantulkan jadi dapat digunakan untuk interpretasi tubuh air b. diserap sehingga data tidak dapat diinterpretasi c. dipantulkan air nampak cerah d. diserap sehingga mudah dibedakan dengan lahan kering e. dipantulkan sehingga visualisasi citra jadi jelas 29. Pemukiman di perkotaan yang banyak didirikan disekitar bantara sungai tergolong kawasan .... a. squatter area b. supporting area c. proletar area d. CBD e. slum area 30. Pembangunan superblok dan apartemen terintegrasi saat ini marak dilakukan di kota-kota besar Indonesia. Hal ini merupakan aplikasi dari pengembangan teori .... a. Bergel b. Christaller c. Hoyt d. Burgess e. Hirshman B. ESAI 1. Bagaimana desa dilihat secara wilayah formal dan wilayah fugnsional? 2. Apa pengertian polarization effect dan trickle down effect? 3. Jelaskan tahapan perkembangan kota menurut Mumford! 4. Apa dampak perkembangan sebuah kota bagi wilayah desa! 5. Jelaskan contoh kaitan pembangunan wilayah dengan kesehatan lingkungan Kunci 1. Desa secara formal dicirikan dengan suatu wilayah dengan kenampakan homogen berupa daerah pertanian, secara fungsional desa adalah hinterland atau penyokong wilayah perkotaan. 2. Polarization effect adalah suatu dampak yang ditimbulkan dari suatu pusat pertumbuhan yang merubah corak kehidupan masyarakat desa menjadi dualistik yaitu memiliki campuran sifat kota dan desa terbelakang. Trickling down effect adalah efek penjalaran pembangunan dari sebuah pusat pertumbuhan ke wilayah bagian belakang. 3. Lewis Munford seorang pakar arsitektur kota Amerika Serikat mengklasifikasikan kota dari segi fisik dan budayanya ke dalam enam tahapan perkembangan yaitua. EopolisTahap ini merupakan benih awal dari sebuah kota yang dicirikan dengan adanya suatu perkampungan kecil. Kegiatan masyarakat pada tahap ini masih terfokus pada sektor pertanian, pertambangan, perkebunan dan PolisTahap ini dicirikan dengan munculnya pasar di tengah perkampungan serta mulia berdirinya industri kecil namun pengaruhnya belum begitu MetropolisTahap ini mencirikan kenampakan struktur kota yang sudah berkembang cukup besar dengan adanya batas-batas pusat pertumbuhan dan pengaruh kota sudah menyebar ke daerah sekitarnya. Perkembangan tersebut dapat dilihat dari munculnya kota-kota satelit atau penyokong kota MegalopolisTahap ini dicirikan dengan perilaku manusia yang berorientasi materialisitis dengan birokrasi yang buruk. Standarisasi produk industri lebih diutamakan pada tahap kota ini. Kota Paris pada abad ke 18 mengalami periode perkembangan TiranopolisTahap ini merupakan awal kehancuran sebuah kota dengan dicirikan dengan kondisi politik yang buruk dan perdagangan yang menurun NekropolisTahap ini disebut juga the dead of city dimana kehancuran total melanda kota mulai dari kelaparan, perang, bencana dan kehancuran bangunan. Kenyamanan sudah tidak dapat ditemukan pada kota seperti Perkembangan kota akan berdampak bagi desa diantaranya - meningkatnya urbanisasi - pembangunan jalan dari kota ke desa - banyaknya arus informasi dan teknologi masuk ke desa - berkembangnya desa-desa wisata dan industri 5. Pembangunan wilayah harus memperhatikan aspek keberlanjutan karena jika tidak masyarakat akan menjadi korban. Contohnya kemacetan yang tidak terkendali membuat polusi semakin meningkat dan menurunkan kualitas hidup masyarakat. Sementara itu pembangunan ruang terbuka hijau perkotaan akan meningkatkan kadar oksigen dan mengurangi polusi perkotaan.
Hallo Kuma, kakak bantu jawab ya.. Jawaban yang tepat adalah A. Berikut pembahasannya, desa adalah wilayah yang tersusun dari masyarakat yang homogen dan memiliki wilayah administratif dan ekonominya berorientasi pada sektor agraris. Wilayah desa memiliki pola keruangan persebaran penduduk seperti mengelompok, pola memanjang, dan pola menyebar. Berikut penjelasan dari pola permukiman di pedesaan 1. Pola desa mengelompok atau memusat adalah pola yang paling banyak ditemukan, karakteristik pola mengelompok ini adalah ditandai dengan jarak bangunan atau rumah yang berdekatan, biasanya ada di dekat pasar dan di pusat layanan umum. 2. Pola linear atau memanjang, pola ini di tandai dengan ciri garis memanjang mengikuti simber kehidupan. Biasanya berada di pesisir pantai dan juga di sepanjang aliran sungai. 3. Pola menyebar biasanya berada pada daerah dengan topografinya tidak merata, sehingga pembangunan tempat tinggal harus mencari dataran yang cukup luas dan tidak terlalu curam. Berdasarkan gambar di atas, pola pemukiman desa tersebut adalah pola linear atau memanjang sepanjang aliran sungai, sebab banyak rumah penduduk yang terletak di pinggir sungai mengikuti garis aliran sungai. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A. Terima kasih Semoga membantu yaa
pola desa memanjang linier biasanya mengikuti objek berikut kecuali